
Pertanyaan sederhana namun rumit yang pernah diajukan teman saya. Lebih baik mencintai atau dicintai? Dia bilang, orang sepertinya gampang untuk mencintai, tapi dia jarang mau dicintai.
Masa sih?
Contohnya ibu teman saya itu. Seorang ibu rumah tangga yang mendedikasikan hidupnya untuk merawat keluarganya. Saat dia sakit, dia menyembunyikan penyakitnya dan berusaha tegar. Dia tidak ingin merepotkan keluarganya.
Sebuah pengorbanan ataukah karena orang takut dicintai?
Saya bilang cinta itu bukan me- atau di- tapi ber-. Semuanya berpartisipasi, baik memberi dan menerima. Seperti sebuah pesta, ada yang menyumbang anggur, makanan, kursi, hiburan dan lain-lain.
Mungkin pelajaran hidup manusia yang utama adalah mempelajari cara berpartisipasi dalam cinta.
Tinggalkan sebuah Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar